021-7305662

021-7305652

marketting@bhaktiasih.com

Pelayanan Bermutu
adalah Komitmen Kami

Otitis Media pada Anak

23 Jun, 2020

Tanggal 3 Maret di peringati sebagai Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran (HKTP). HKTP diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan telinga dan pencegahan gangguan pendengaran. Dalam memperingati HKTP, beberapa waktu yang lalu RSAB melakukan siaran dengan Radio Kesehatan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pukul 09.00 – 10.00 WIB membahas mengenai Otitis Media pada Anak dengan narasumber dr. Abdillah Hasbi A,SpTHT-KL.

“Otitis media atau orang awam menyebutnya dengan istilah congek adalah gangguan atau kelainan pada telinga tengah (radang). Otitis Media itu ada yang mengeluarkan cairan dan tidak, tapi umumnya yang dikenal masyarakat adalah yang mengeluarkan cairan.” Abdillah menjelaskan. Otitis media yang sering dialami adalah yang akut. Beberapa tipe dari otitis media, antara lain ; otitis media akut (OMA), otitis media efusi (OME), otitis media supuratif kronik (OMSK) dan otitis media dengan pelekatan pada gendang telinga dan telinga.

“Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak belum bisa menjelaskan rasa sakit atau rasa tidak nyaman yang mereka rasakan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memerhatikan tanda-tanda otitis media pada anak, seperti nyeri telinga dan rasa tersumbat di telinga.” Ujar Abdillah. Selain tanda – tanda tersebut, ada beberapa faktor risiko terinfeksi otitis media, seperti penurunan daya tahan tubuh yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas lalu dapat berisiko mengalami otitis media, pengaruh genetik dan faktor alergi yang memperbesar kemungkinan terkena otitis media.

Pengobatan meliputi pengobatan kausatif dan suportif. Andaikan otitis media disebabkan oleh bakteri, maka metode pengobatannya bisa dengan pemberian antibiotik. Sementara, bila disebabkan oleh jamur, dokter biasanya akan memberikan antifungal. Namun, bila otitis media disebabkan oleh virus, maka pengobatannya berbeda. Di sini dokter akan melakukan pengobatan suportif seperti pemberian obat antinyeri dan obat penurun demam.

Diakhir edukasi, Abdillah mengatakan bahwa otitis media dapat terjadi di segala usia dan tidak dapat dianggap remeh karena bisa menyebabkan gangguan pendengaran dari ringan sampai berat. Sebaiknya segera mungkin konsultasikan ke dokter apabila ada sedikit gangguan pada telinga. Penanganan yang tepat dan cepat bisa meningkatkan peluang kesembuhan, dan mencegah komplikasi berbahaya.

Salam Sehat..